Saturday, November 14, 2015

Bertemu Jokowi, Fadli Zon Kritik Kabinet Kerja

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku sempat mengkritik Kabinet Kerja saat rapat konsultasi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2015) siang.

Dia menilai, Kabinet Kerja yang ada saat ini tidak cukup kuat untuk membantu Presiden dalam mengatasi persoalan.

"Saya sampaikan Presiden harus punya tim yang kuat, tidak punya beban politik. Kalau kabinet kuat, ini akan membantu Presiden. Selama ini, Presiden seperti kerja sendirian," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis siang.

Namun, Fadli mengaku tidak sampai memberikan masukan untuk kembali melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

Sebab, dia menyadari reshuffle adalah sepenuhnya hak prerogatif seorang presiden. (Baca: Kata Fahri Hamzah, Terlalu Kecil Proyek Gedung DPR "Ditukar" APBN 2016)

"Beliau angguk-angguk saja saat saya memberi masukan," kata Fadli.

Selain membahas mengenai Kabinet Kerja, lanjut Fadli, pertemuan yang diikuti oleh empat pimpinan DPR lainnya itu juga membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 yang disahkan oleh pemerintah dan DPR pada 30 Oktober. (Baca: Ini 5 Menteri Terbaik Jokowi-JK Versi Survei LSJ)

Salah satu yang jadi fokus pembahasan adalah penyertaan modal negara (PMN) ke badan usaha milik negara sebesar Rp 34,5 miliar. PMN itu diprotes oleh hampir semua fraksi di DPR.

Setelah lobi antara DPR dan pemerintah, diputuskan PMN dihapus dari RAPBN 2016. PMN akan dibahas lagi antara pemerintah dan komisi di DPR saat APBN Perubahan 2016. (Baca: Survei LSJ: Tren Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Jokowi-JK Menurun)

"Tanggapan beliau positif, apa yang menjadi hasil rapat paripurna harus dihargai. Dalam banyak hal, komunikasi politik diperlukan," ucap Fadli.

0 comments:

Post a Comment